 |
| Kode Barang |
Manisan Katis ( Pepaya ) anyam |
| Harga |
Rp 50.000 / Kg |
| Keterangan |
Makanan |
| Stok Barang |
Stok Harus Memesan dolo |
| Gambar Tambahan |
Harus memesan jauh2 hari |
|
Manisan Anyaman Katis ( Pepaya ) adalah warisan Leluhur untuk Kegiatan2 penting Seperti Perkawinan penyambutan tamu atau makanan para bangsawan dan raj tempo dulu
Satu lagi ciri khas makanan Asli dari Pulau pongok sudah semakin
langka dan semakin jarang ada. Makanan ini diebut Manisan Anyaman Katis (
Pepaya ) karena memang manisan ini rasanya sangat manis sekali
disebabkan konsentrasi didalam pepaya sangat tinggi sekali.
Manisan Katis ini memadukan antara seni mengayam dan Membuat Manisan. Proses pembuatan pun dari pengolahan sampai selesai membutuhkan waktu 1- 2 hari untuk 4 buahpepaya.
Manisan
buah Pepaya adalah buah yang diawetkan dengan gula. Pemberian gula
dilakukan dengan kadar yang tinggi, selain untuk memberikan rasa manis
juga bertujuan sebagai pengawet alami untuk mencegah tumbuhnya
mikroorganisme yang menyebabkan buah cepat membusuk. Dalam proses
pembuatan manisan buah ini juga biasa menggunakan air garam dan air
kapur untuk mempertahankan bentuk atau tekstur buah serta menghilangkan
rasa gatal atau getir.
 |
| Kode Barang |
Manisan Katis ( Pepaya ) anyam |
| Harga |
Rp 50.000 / Kg |
| Keterangan |
Makanan |
| Stok Barang |
Stok Harus Memesan dolo |
| Gambar Tambahan |
Harus memesan jauh2 hari |
|
Manisan Anyaman Katis ( Pepaya ) adalah warisan Leluhur untuk Kegiatan2 penting Seperti Perkawinan penyambutan tamu atau makanan para bangsawan dan raj tempo dulu
Satu lagi ciri khas makanan Asli dari Pulau pongok sudah semakin
langka dan semakin jarang ada. Makanan ini diebut Manisan Anyaman Katis (
Pepaya ) karena memang manisan ini rasanya sangat manis sekali
disebabkan konsentrasi didalam pepaya sangat tinggi sekali.
Manisan Katis ini memadukan antara seni mengayam dan Membuat Manisan. Proses pembuatan pun dari pengolahan sampai selesai membutuhkan waktu 1- 2 hari untuk 4 buahpepaya.
Manisan
buah Pepaya adalah buah yang diawetkan dengan gula. Pemberian gula
dilakukan dengan kadar yang tinggi, selain untuk memberikan rasa manis
juga bertujuan sebagai pengawet alami untuk mencegah tumbuhnya
mikroorganisme yang menyebabkan buah cepat membusuk. Dalam proses
pembuatan manisan buah ini juga biasa menggunakan air garam dan air
kapur untuk mempertahankan bentuk atau tekstur buah serta menghilangkan
rasa gatal atau getir.